UCAPAN SALAM

Minggu, 17 April 2011

ANGGARAN RUMAH TANGGA DKM

ANGGARAN RUMAH TANGGA DKM

MUSHOLLA NURUL HIDAYAH

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)
DEWAN KEMAKMURAN MUSHOLLA (DKM)
MUSHOLLA NURUL HIDAYAH
PASIR JENGKOL RT.07/RW.13  – DESA TANJUNG PURA, KEC./KAB. KARAWANG
BAB I KEPENGURUSAN
Pasal 1 Syarat Pengurus DKM
Syarat dasar menjadi Pengurus DKM adalah beragama Islam, sehat jasmani dan rohani, berkelakuan baik, memahami dasar-dasar fiqih Islam dan menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga DKM.
Pasal 2 Hak & Kewajiban Pengurus DKM
1. Pengurus berhak memperoleh perlakuan yang sama dan memberi suara/pendapat baik secara lisan maupun tulisan.
2. Pengurus DKM berkewajiban:
a. Bertaqwa kepada Allah SWT dan berakhlak Islami.
b. Mentaati AD dan ART.
c. Melaksanakan segala keputusan rapat
d. Berperan aktif dalam kegiatan DKM
e. Menghadiri undangan rapat.
f. Menjaga dan ikut serta menjujung tinggi nama baik DKM.
Pasal 3 Larangan & Sangsi
1. Pengurus DKM dilarang:
a. Melakukan usaha-usaha yang menimbulkan pertentangan atau perpecahan dalam organisasi DKM.
b. Melalaikan kewajiban seperti pada pasal 2 ayat 2 di atas.
c. Dengan nyata-nyata melanggar aturan Allah dan Rasul-Nya.
2. Apabila melanggar pasal 3 ayat 1 di atas, pengurus DKM dapat dikenakan sanksi berupa teguran lisan maupun tulisan oleh Ketua atau Wakil Ketua DKM.
BAB II PENETAPAN PENGURUS
Pasal 4 Pembentukan Pengurus DKM
1. Pengurus adalah anggota yang dicalonkan dan terpilih secara aklamasi.
2. Pengurus dibentuk dan dibubarkan dalam rapat pleno yang diadakan setiap lima ( 5 ) tahun sekali.
3. Pengurus terdiri dari: (a) Penasihat; (b) Ketua; (c) Wakil Ketua; (d) Sekretaris; (e) Bendahara; (f) Bidang Idaroh); (g) Bidang Imaroh; dan (h) Bidang Ri’ayah. Struktur Pengurus DKM terlihat dalam Lampiran.
Pasal 5 Tugas Pokok Pengurus DKM
Tugas pokok Pengurus DKM secara garis besar adalah sbb:
1. Penasihat
Memberikan pengarahan dan nasehat kepada Pengurus DKM
2. Ketua
a. Memimpin dan membina DKM secara menyeluruh berdasarkan AD/ART.
b. Menjalankan dan mengevaluasi program kerja dan anggaran DKM yang diusulkan oleh masing-masing Bidang.
c. Membuat laporan kegiatan DKM dalam Rapat Pengurus setiap akhir tahun.
3. Wakil Ketua
Mewakili dan membantu Ketua dalam menjalankan tugas DKM
4. Sekretaris
a. Membuat administrasi DKM
b. Membuat undangan & notulen rapat atau kegiatan-kegiatan lain
c. Mendistribusikan informasi-informasi kepada seluruh pengurus DKM
5. Bendahara
a. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan keuangan DKM
b. Membuat pembukuan dan laporan yang berkaitan dengan keuangan.
c. Mengumumkan posisi keuangan setiap bulan.
6. Bidang Idaroh
Bertugas membuat program kerja tahunan dan sekaligus melaksanakan program kerja tsb yang telah disetujui rapat pengurus dibidang pengembangan infrastruktur dan fasilitas Musholla.
7. Bidang Imaroh
Bertugas membuat program kerja tahunan dan sekaligus melaksanakan program kerja tsb yang telah disetujui rapat pengurus dibidang peribadatan dan kegiatan sosial dilingkungan Musholla.
8. Bidang Ri’ayah
Bertugas membuat program kerja tahunan dan sekaligus melaksanakan program kerja tsb yang telah disetujui rapat pengurus dibidang pemeliharaan infrastruktur dan fasilitas Musholla.
Pasal 6 Kehilangan Kepengurusan
Pengurus DKM dapat kehilangan kepengurusannya apabila:
1. Terbukti tidak dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan AD/ART.
2. Terbukti melanggar AD/ART.
3. Mengundurkan diri secara tertulis atas permintaan sendiri kepada ketua DKM.
4. Meninggalkan dunia.
Setelah secara sah dinyatakan kehilangan haknya menjadi pengurus, selambat-lambatnya tujuh hari setelah itu, ketua menentukan penggantinya melalui sidang pleno.
BAB III RAPAT

PASAL 7 RAPAT PLENO

1. Tugas pokok rapat pleno adalah merubah AD/ART dan formatur kepengurusan.
2. Rapat pleno dilaksanakan tiga tahun sekali atau sewaktu-waktu bila dirasakan sangat perlu.
3. Rapat pleno dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah pengurus.
Pasal 8 Rapat Pengurus
1. Tugas pokok rapat pengurus:
a. Membuat program kerja selama masa bakti kepengurusan.
b. Mengevaluasi program kerja sebelumnya.
c. Membuat & mengevaluasi AD/ART.
d. Membicarakan dan melakukan evaluasi masalah-masalah khusus yang sedang terjadi dalam organisasi.
2. Rapat pengurus dilaksanakan 6 bulan sekali atau sewaktu-waktu bila dirasakan sangat perlu.
3. Rapat pengurus dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah pengurus.
Pasal 9 Rapat Kerja
1. Tugas pokok rapat kerja:
a. Membicarakan, merumuskan, dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan rutin DKM.
b. Menjalin hubungan timbal balik diantara pengurus DKM.
2. Rapat kerja dilaksanakan minimal satu bulan sekali atau sewaktu-waktu bila dirasakan sangat perlu.
3. Rapat kerja dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah pengurus.
BAB IV KEUANGAN

PASAL 10 SUMBER KEUANGAN DKM

Untuk melaksanakan Program Kerja, DKM memperoleh sumberdana dari Zakat, Infaq, shodaqoh jariah, sumbangan dan bantuan yang sah dan halal serta tidak mengikat, serta usaha-2 lain yang sah dan halal.

Pasal 11 Laporan Keuangan

1. Segala persoalan yang berhubungan dengan keuangan dan sumber keuangan baik yang masuk maupun yang keluar harus dibukukan dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Laporan keuangan dibuat oleh bendahara secara berkala, minimal sebulan sekali dan dilaporkan dalam Rapat Kerja.
BAB V LAIN-LAIN
Pasal 12 Perubahan Anggaran Rumah Tangga
Anggaran Rumah Tangga ini dapat dirubah oleh Rapat Pleno dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari pengurus DKM yang hadir.

Pasal 13 Lain-Lain

Hal-hal yang tidak atau belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam peraturan-peraturan tersendiri yang disepakati dan disahkan oleh Rapat Pengurus DKM.





Struktur Pengurus DKM


Penasehat







Ketua



Wakil Ketua



Sekretaris



Bendahara




Ketua Bidang Imaroh




Ketua Bidang Idaroh



Ketua Bidang Ri’ayah




Karawang;








Tidak ada komentar:

Posting Komentar